Neracabisnis.com, Jakarta, 23 April 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui Indibiz menyelenggarakan kegiatan pemberdayaan UMKM bertajuk “From Story to Impact: Membangun Brand yang Relatable di Sosial Media” yang berlangsung di Telkom Landmark Tower, Kamis (23/4).
Acara ini dihadiri oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari berbagai wilayah Jabodetabek, dengan fokus pada peningkatan kapasitas pelaku usaha, khususnya perempuan, dalam membangun brand yang kuat dan dekat dengan konsumen melalui pendekatan storytelling di media sosial.
Kegiatan dibuka oleh Senior Manager SME Service Telkom Regional II, Sonya Soraya. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pentingnya peran perempuan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui kewirausahaan. Sejalan dengan semangat ini, Sonya mengungkapkan bahwa UKM memiliki peran besar dalam perekonomian Indonesia.
Dengan adopsi teknologi digital, akses permodalan yang lebih mudah, serta dukungan regulasi pemerintah, UKM di Indonesia dapat semakin berkembang.
“Telkom senantiasa berkomitmen untuk mendukung UKM dari Sabang sampai Merauke melalui konektivitas dan solusi digital, sehingga para pelaku usaha dapat tumbuh dan bersaing di era digital,” jelasnya.
Seminar ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Kartini Bisa Fest yang diselenggarakan pada 20–24 April 2026 sebagai upaya pemberdayaan perempuan melalui pemanfaatan teknologi digital.
Tidak hanya menghadirkan pelatihan bagi UMKM wanita, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan berbagai program lain seperti bazaar UMKM, talkshow dan workshop kreatif.
Mengusung tema besar “Perempuan Berdaya, Bisnis Berjaya”, Telkom Indonesia berkomitmen untuk terus memberikan dukungan kepada pelaku UMKM melalui penyediaan akses teknologi, pelatihan, serta peluang kolaborasi yang dapat memperluas jangkauan pasar.
Dalam sesi utama, peserta mendapatkan pemaparan materi dari Pricilla Margie, pemilik brand fesyen lokal Santoon Official, yang membagikan pengalaman serta strategi dalam membangun brand yang relevan dan memiliki kedekatan emosional dengan audiens di era digital.
“Perempuan memiliki peran besar dalam dunia bisnis digital, tidak hanya sebagai pelaku usaha, tetapi juga sebagai storyteller yang mampu membangun brand yang kuat dan bermakna. Dengan memanfaatkan media sosial secara optimal, UMKM dapat tumbuh lebih cepat dan memiliki daya saing yang kuat di pasar digital,” ujarnya.
Pricilla menekankan bahwa storytelling merupakan salah satu cara untuk membangun hubungan yang autentik dengan pelanggan.
Lebih dari sekadar seminar, acara ini menjadi ruang kolaborasi dan inspirasi bagi para perempuan pelaku usaha untuk saling berbagi pengalaman, memperluas jejaring, dan memperkuat langkah menuju bisnis yang berkelanjutan.
Semangat Kartini yang diusung dalam kegiatan ini menjadi pengingat bahwa perempuan Indonesia memiliki potensi besar untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh dan memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitarnya melalui karya dan usaha yang dijalankan.
Melalui kegiatan ini, Telkom Indonesia berharap para pelaku UMKM semakin memahami pentingnya narasi dalam membangun identitas brand, serta mampu memanfaatkan media sosial secara optimal untuk meningkatkan daya saing bisnis.
Dengan dukungan konektivitas yang andal serta berbagai solusi digital, Indibiz hadir untuk membantu UMKM beradaptasi, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperluas jangkauan pasar. Ke depan, Telkom Indonesia akan terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis UMKM dalam mendorong transformasi digital dan meningkatkan daya saing di tengah perkembangan ekosistem bisnis yang semakin dinamis. Neracabisnis.com/Helmi MZ
