Inovasi Garuda Sangat Baik, Wajar Perusahaan Untung

by

Neracabisnis.com, Jakarta, 29 April 2019 – Beragam langkah inovasi yang dilakukan PT Garuda Indonesia Tbk. dinilai sudah baik, dan wajar berkorelasi dengan kinerja keuangan yang positif. Pengembangan masih bisa terus dilakukan, namun komisaris dan direksi harus sepakat untuk berada pada titik pandang yang sama.

Penilaian itu disampaikan pakar Manajemen Bisnis Intititut Teknologi Surabaya (ITS) Dr Arman Hakim Nasution. Dia berbicara kepada wartawan di Surabaya, Jumat (26/4/2019).

Dalam pandangan Arman, langkah paling strategis yang dilakukan Garuda Indonesia adalah akuisisi yang dilakukan terhadap Sriwijaya Air. Gebrakan ini dinilai sebagai sesuatu yang baru bagi Garuda, dan secara langsung membuka pasar yang lebih besar. Langkah itu membuat penguasaan terhadap pasar domestik menjadi lebih besar. Dari penguasaan pasar yang besar itu, maka otomatis akan mendulang pendapatan besar juga.


Selain itu, Arman melihat ada konsistensi kinerja yang baik pada anak-anak perusahaan. Terutama PT Garuda Maintenance Facilities (GMF) AeroAsia Tbk dan Citilink. Jajaran direksi yang dipimpin IGN Askhara Danadiputra, juga dinilai mampu membangun komunikasi yang kuat di tingkat internal yang orientasinya pada kesamaan visi dalam membangun dan mengembangkan perusahaan. Manajemen juga dinilai antisipatif terhadap perkembangan kondisi pasar yang kerap berubah dan awas terhadap persaingan di kalangan airlines.

“Akuisisi yang dilakukan Garuda Indonesia terhadap Sriwijaya merupakan gebrakan yang sangat baik. Itu bagus. Tentu ada peran, ada sosok direksi dalam hal ini. Sense yang kuat akan memengaruhi gerak atau kinerja perusahaan. Peran komisaris tentu juga penting, memberikan advice. Ini saling memiliki keterkaitan,” kata Arman Hakim Nasution

Ke depan, Arman melihat manajemen dapat terus mengembangkan inovasi di berbagai sektor. Mungkin perlu menelaah bisnis modelnya, dan melihat ceruk pendaoatan baru di luar tiket. Pemanfaatan aspek advertising, dan pengoptimalan pengelolaan aset termasuk Garuda Lounge, dan lainnya. Selain itu ada peluang dari Kerjasa Sama Operasi (KSO) yang bisa dijalin dengan berbagai pihak, termasuk dengan Angkasa Pura, maupun perusahaan penerbangan lainnya.

“Masih banyak yang bisa dikembangkan. Inovasi masih bisa terus dilakukan,” kata Arman yang saat ini juga tercatat sebagai Komisaris Utama PT Boma Bisma Indra (Persero).

Terkait dengan perbedaan pendapat dua komisaris terhadap laporan keuangan Garuda Indonesia Tahun 2018, Arman Hakim menilai, hal itu bisa diselesaikan. Yang terpenting direksi bisa menunjukkan bahwa mereka prudent, bahwa direksi bijaksana dalam mengambil kebijakan dan bisa dipercaya dalam menjalankan perusahaan.

“Kalau memang perlu, ya sudah direksi tunjukkan cashflow manajemen. Jadi komisaris bisa melihat dengan lebih jelas. Mekanisme atau pola akuntansi mungkin ada perbedaan dalam pola pencatatan, tetapi yang penting direksi harus menunjukkan bahwa mereka prudent,” kata Arman.

Dengan catatan keuangan yang terus merugi beberapa tahun belakangan, maka status ‘untung’ pada laporan keuangan 2018 semestinya menjadi sesuatu yang menggembirakan. Neracabisnis.com/Helmi MZ

Comments

comments

About Author: Helmi Hendiarto

Gravatar Image

Helmi Hendiarto MZ, adalah jurnalis yang memiliki pengalaman panjang baik di media cetak hingga kini menekuni dunia media online.